Pola Makan Masyarakat Modern Saat Ini

Sudah sangat sering kita melihat anak anak kecil yang ketika jam istirahat berbondong-bondong pergi ke depan sekolah dan jajan di pinggir jalan atau jajan dari penjual-penjual dorongan yang menjual berbagai makanan kecil khas anak sekolah.

Di zaman modern seperti saat ini, sudah sangat jarang kita temukan anak-anak sekolah yang  membawa kotak bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah dengan makanan yang lebih bersih dan lebih bergizi.

Padahal, jajanan yang dijual di pinggir jalan itu, kita tidak akan pernah tahu apa saja bahan pembuatnya, bagaimana kondisi makanan tersebut, atau kandungan bahan kimia berbahaya apa saja yang ternyata terdapat di dalam makanan tersebut.

pola makan masyarakat

Peran Media Online

Di beberapa pemberitaan yang sengaja disebarkan melalui media massa dan melalui media elektronika, sudah sangat sering ditayangkan tentang pengolahan jajanan tersebut yang ternyata menggunakan zat-zat berbahaya. Ayam goreng yang ternyata dari daging tikus, sosis dan nugget yang ternyata adalah produk expired yang diolah kembali, atau bahkan penggunaan pewarna kimia berbahaya yang dicampurkan ke dalam produk makanan. Mangapa terjadi hal seperti ini?

Kita tidak dapat menyalahkan anak-anak tersebut sepenuhnya. Para orang tua yang sibuk membuat waktu untuk bersama keluarga semakin berkurang. Jangankan untuk berkumpul dan bersenda gurau, untuk menyiapkan makanan yang sehat dan bergizi pun nyaris tak punya waktu. Ini sering kali terjadi pada keluarga di mana para ratu rumah tangganya juga ikut bekerja di luar rumah. Akhirnya, kebiasaan makan di luar rumah menjadi sebuah sesuatu yang tertanam sejak kecil.

artikel terkait : foredi makassar

tidak hanya wanita karier saja yang melakukan hal ini, banyak para perempuan yang berprofesi hanya sebagai ibu rumah tangga, dengan alasan kepraktisan dan penghematan waktu akhirnya lebih suka mengajak seluruh keluarganya makan di luar atau membeli makanan di luar dan dibawa pulang ke rumah untuk dinikmati bersama keluarga.

Kebiasaan Yang Terulang Tiap Hari

Kebiasaan yang terpola dari hari ke hari akhirnya menjadi sebuah keharusan dan kewajaran bahwa makan di luar atau makan makanan instan pun tidak mengapa asalkan perut kenyang. Kita sering kali lupa bahwa makan itu bukan hanya sekadar kenyang, namun harus pula ada kandungan gizi di dalamnya yang akan menunjang tubuh kita agar tetap sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas.

Lihat saja ketika jam istrirahat di siang hari atau lebih tepatnya ketika waktu makan siang tiba. Gerai-gerai makanan siap saji akan dipenuhi oleh para pekerja yang akan bersantap siang. Restoran, rumah makan, depot, hingga warung makan pun penuh sesak dengan orang-orang yang hendak mengisi perutnya yang sudah lapar dan keroncongan.

Apabila kita perhatikan lebih saksama, di antara pekerja itu banyak sekali anak sekolah yang datang bersama teman-temannya, anak sekolah yang datang bersama orangtuanya, atau bahkan para orang tua yang membungkuskan lauk untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

Tahukah kita kandungan apa saja yang terdapat di dalam makanan yang kita santap tersebut? jika kita tidak memasak dan mengolah makanan itu sendiri maka kita tidak akan bisa tahu dengan pasti apa saja yang terkandung di dalam makanan-makanan tersebut. Kita juga tidak akan tahu bahan kimia apa saja yang digunakan di dalam makanan itu agar makanan terlihat menarik, berasa lebih lezat atau bahkan kandungan pengawet dan pewarna apa saja yang akhirnya ikut masuk ke dalam tubuh kita dan akhirnya memicu berbagai penyakit berbahaya bahkan menjadi penyakit yang membawa kematian.

baca juga : dokter gigi di palu

Leave a Comment